Jumat, 11 Januari 2013

CAIC WZ-10, HELIKOPTER SERANG CHINA



WZ-10 (Wuzhuang Zhisheng-10) merupakan helikopter serang yang dikembangkan oleh pabrikan kedirgantaraan China Changhe Aircraft Industries Corporation (CAIC). Secara harfiah, Wuzhuang Zhishengji atau disingkat WZ sebagai Helikopter Bersenjata. Dalam banyak literatur helikopter tempur, WZ-10 dikenal dengan nama lengkap CAIC WZ-10. Meskipun peran utama helikopter ini adalah untuk melaksanakan misi anti tank dan kendaraan lapis baja lainnya, ia juga memiliki kemampuan pertempuran di udara (walaupun terbatas).


Tidak banyak yang diketahui tentang sejarah pembangunan WZ-10, di mana proyek ini telah dirahasiakan dengan ketat oleh China. Namun beberapa informasi menyebutkan bahwa program helikopter serang ini telah dimulai secara resmi sejak tahun 1998 untuk menggantikan helikopter WZ-9 yang sedang bertugas dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Namun proses untuk melahirkan WZ-10 sebenarnya sudah diawali sejak akhir dekade 1970-an. Saat itu China membeli 8 unit helikopter Aerospatiale Gazelle (buatan Perancis dengan lisensi Inggris) yang dipersenjatai dengan HOT Euromissile yang rencananya akan mereka evaluasi. Selain Aerospatiale Gazelle, pada pertengahan 1980-an China juga sudah mengevaluasi Agusta A129 Mangusta (buatan Italia). Namun proses mengimpor desain dan komponen dari negara lain akhirnya terpaksa kandas pasca tragedi Lapangan Tiananmen* pada tahun 1989 yang mengakibatkan embargo senjata dari banyak negara kepada China. Bahkan Rusia dan Bulgaria menolak proposal China untuk membeli helikopter Mil Mi-24.


Tidak ada jalan lain, militer China harus mengembangkan helikopter tempurnya sendiri. Dana dengan jumlah hampir ¥ 4 miliar atau sekitar US$642 juta diinvestasikan, menjadi salah satu program yang paling penting dimulai dalam rencana 5 hingga 9 tahun. Program ini benar-benar dibawah kerahasiaan yang ketat bahkan melebihi perlindungan kerahasiaan pada program pengembangan jet tempur Chengdu J-10.

Kemungkinan lain adalah program WZ-10 telah "disembunyikan" di bawah program helikopter sederhana China (HSC) yang dimulai pada tahun 1994 dengan Institut Penelitian 602 dan 608. Dengan berlindung dibalik program publik ini, kebanyakan produsen helikopter utama dari Barat seperti Eurocopter (desain rotor, konsultasi), Pratt & Whitney Kanada (turboshaft PT6C) dan Agusta Westland (transmisi) mau memberi bantuan teknis kepada program helikopter sederhana ini. 

Setelah melalui proses panjang, akhirnya prototipe pertama helikopter WZ-10 berhasil diterbangkan pada 29 April 2003 di lapangan terbang Lumeng, China. Namun ada beberapa versi kepastian tanggal penerbangan perdana ini. Beberapa sumber di China mengatakan bahwa uji coba terbang perdana WZ-10 terjadi pada tanggal 17 Desember 2003, sedangkan sumber lain melaporkan bahwa penerbangan perdana sudah dilakukan pada Maret 2003. Namun dari situs Wikipedia.org memastikan bahwa WZ-10 secara resmi dioperasikan oleh Tentara Pembebasan Rakyat (China) pada bulan Desember 2010.


Dalam banyak hal, WZ-10 bisa disetarakan atau satu kelas dengan helikopter tempur Rooivalk AH-2 dan A-129 Mangusta, tapi masih dibawah AH-64 Apache.


Persenjataan WZ-10


Dilihat dari foto-foto yang beredar, WZ-10 memiliki konfigurasi helikopter serang konvensional, di mana pilot dan operator sistem senjata duduk di dalam kokpit susunan sejajar dan bertingkat. Rotor utama berbilah lima, sedangkan rotor ekor empat bilah. Heli ini menggunakan dua mesin dengan persenjataan terpadu yaitu cannon (kemungkinan kaliber 30mm) yang dipasang di dagu dan dua hardpoint (tenggekan) pada bagian sayap untuk menempatkan persenjataan eksteral.

Dilihat dari tenggekannya, dua atau empat rudal anti-tank kemungkinan besar mampu dibawa helikopter ini, mungkin menggunakan rudal anti-tak jenis HJ-9 (setara dengan rudal TOW AS). Ada kemungkinan helikopter ini juga dapat membawa rudal baru yaitu HJ-10. Jelas, ini akan meningkatkan kemampuan anti-tank WZ-10 secara signifikan, karena HJ-10 diyakini setara dengan rudal Hellfire AS.




Tragedi Lapangan Tiananmen 1989 (atau Insiden 6/4 atau Pembantaian Lapangan Tiananmen) adalah sebuah rangkaian demonstrasi yang dipimpin mahasiswa diadakan di Lapangan Tiananmen di Beijing, RRC, antara 15 April dan 4 Juni 1989. Protes ini ditujukan terhadap ketidakstabilan ekonomi dan korupsi politik yang kemudian merembet menjadi demonstrasi pro-demokrasi yang memang merupakan suatu yang tidak lazim di China yang otoriter. Lebih dari 3.000 orang meninggal sebagai akibat tindakan dari pasukan bersenjata.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar